Beranda / Sumedang Majalengka / Sumedang / Imbas Naiknya Kedelai, Produsen Tahu di Sumedang Kurangi Produksinya

Imbas Naiknya Kedelai, Produsen Tahu di Sumedang Kurangi Produksinya

Imbas Naiknya Kedelai, Produsen Tahu di Sumedang Kurangi Produksinya, Jurnal Suma

JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Dampak mahalnya harga kacang kedelai impor membuat produsen tahu di Kabupaten Sumedang mengurangi produksinya. Seperti yang dialami perajin tahu di kawasan Alamsari, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang Jawa Barat.

Salah seorang perajin tahu, Dede mengatakan, dari yang biasanya memproduksi 1 kwintal kacang kedelai per hari, kini hanya memproduksi sebanyak 50 kilogram kacang kedelai.

“Iya dampak naiknya harga kedelai ini omsetnya turun sampai 50 persen. Biasanya saya mengirim tahu itu ke daerah Indramayu itu 50 ancak, sekarang itu menurun sampai 50 kilogram,” kata Dede, Senin (13/11/2023).

Dede mengaku keberatan dengan naiknya harga kedelai saat ini yang harganya mencapai Rp 13 Ribu per kilogram dari harga normal Rp 10 Ribu per kilogram.
“Iya saya perajin tahu keberatan naiknya harga kedelai ini,” ucapnya.

Tak hanya mengurangi produksi, kata Dede, untuk produsen juga memperkecil ukuran tahu. Hal tersebut dilakukan sebagai siasat untuk meminimalisir kerugian.

“Kalau pengurangan karyawan tidak ada, karena kita kasian kalau karyawan diberhentikan. Jadi kita caranya mengatasi karyawan misalnya, kalau gilingan 10 jadi kita bagi-bagi 5 gilingan yang penting semuanya kebagian dulu,” katanya.

Berkurangnya produksi tahu dampak mahalnya harga kedelai impor ini sudah terjadi sejak tiga bulan lalu. Perajin berharap para pengurus Koperasi Produsen Tahu Tempe (KOPTI) dan juga pemerintah segera mengambil langkah agar harga kacang kedelai bisa kembali normal.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *