JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumedang masa bakti 2025-2029 resmi dilantik oleh Ketua KONI Jawa Barat Muhammad Budiana, Rabu (30/7/2025).
Pelantikan yang digelar di Gedung Negara ini disaksikan langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir serta Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu Bupati Dony mengucapkan selamat kepada pengurua KONI Sumedang yang baru saja dilantik.
“Ini adalah pengabdian bagi para pengurus KONI Sumedang, panggilan jiwa untuk mengabdikan dirinya memajukan olahraga di Sumedang, membina generasi muda di bidang olahraga juga mengharumkan nama naik Sumedang,” kata Dony.
Untuk itulah, Dony berharap para pengurus KONI ini bisa bekerja dengan baik semuanya, bisa solid, kompak mencapai tujuan bersama.
“Apa tujuannya ? Pembinaan olahraga prestasi.
outputnya adalah Pekan Olahraga Daerah (PORDA) 2026. Saya harap PORDA bisa mencapai 10 besar,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa pihaknya persiapkan dari sekarang bagaimana mencapai 10 besar tersebut, berapa medali emas dan dari cabang apa saja.
“Sehingga setiap strategi kebijakan, strategi program kegiatan koni harus mengarah pada pencapaian 10 besar atau 25 emas,” tuturnya.
Menanggapi target 10 besar PORDA 2026, Ketua KONI Sumedang, Budi Arianto mengatakan, menjadi tugas dan amanah buat pengurus baru KONI Sumedang.
“Kami akan bekerja sebaik mungkin. Terkait program, saya dengan pengurus akan mempersiapkannya karena itu sejalan, antara anggaran dengan pertanggungjawabannya di prestasi,” kata Budi.
Ia menegaskan bahwa dirinya akan terus menjalin komunikasi yang baik dengan cabor, KONI pemerintah melalui Disparbudpora, dan DPRD.
“Kami akan berkolaborasi sebaik mungkin supaya cita-cita Pemkab Sumedang masuk 10 besar PORDA bisa terwujud,” ujarnya.
Lebih jauh Budi mengatakan di kepengurusan yang baru ini dirinya melakukan perombakan yang sangat signifikan, dimana dari 48 pengurus yang dilantik, sekitar 85 persen merupakan pengurus baru.
“Bisa dikatakan 85 persen pengurus baru, hanya delapan orang pengurus lama. Karena kalau ingin perubahan memang harus berani. Jadi saya minta kepada rekan-rekan pengurus agar apa yang diinginkan Pemda itu bisa terwujud,” imbuhnya.







