JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Jalur Lingkar Utara Sumedang kembali jadi sorotan setelah terjadi longsor di kawasan mulut jalan arah Pasiringkik. Tebing yang labil akibat curah hujan tinggi mulai tergerus, memaksa pemerintah daerah bergerak cepat mencegah longsor meluas.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir turun langsung ke lokasi bersama Kepala Dinas PUTR dan Kabid Bina Marga. Mereka meninjau kondisi tebing dan memantau langkah darurat yang tengah dilakukan tim di lapangan.
“Kami sudah menutup jalan ini ketika turun hujan. Saya minta warga Sumedang, kalau hujan jangan lewat Lingkar Utara baik dari arah Pasiringkik maupun dari arah Keramat,” kata Dony, Minggu (9/11/2025) sore.
Sebagai respon awal, petugas telah disiagakan di sekitar lokasi longsoran. Papan peringatan dan spanduk imbauan juga terpasang untuk mengingatkan pengendara agar tidak nekat melintas saat hujan deras.
Untuk mencegah longsor susulan, tambah Dony, Pemkab menutup bagian atas tebing dengan terpal sebagai langkah darurat. Namun Bupati Dony menegaskan, penanganan jangka panjang sudah disiapkan.
“Untuk sementara kita lindungi dulu dengan terpal. Tahun depan sudah dianggarkan pembangunan tembok penahan tebing atau geogrid supaya lebih aman,” tambahnya.
Pembangunan struktur penahan tebing itu masuk dalam rencana anggaran tahun 2026. Setelah rampung, pemerintah berharap jalur Lingkar Utara yang dikenal sebagai rute alternatif padat kendaraan tidak lagi dihantui ancaman longsor.
“Insya Allah setelah geogrid terpasang, kawasan ini lebih stabil. Saya ingatkan lagi, jangan ambil risiko saat hujan turun. Keselamatan kita semua jauh lebih penting,” pungkasnya. (**)







