JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat bersama Komisi IX DPR RI, menggelar Workshop Edukasi Gizi kepada para remaja dalam upaya percepatan penurunan stunting di Jawa Barat. Kegiatan itu di gelar di Gedung Korpri, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (3/6/2023).
Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih sebanyak 3000 peserta dengan tema ‘Penguatan Program Pengembangan Keluarga‘. Dalam Workshop Edukasi Gizi dan Pencegahan stunting, BKKBN membeberkan pentingnya antisipasi dini masalah tersebut.
Ketua Tim Kerja Penguatan Kerjasama BKKBN Provinsi Jawa Barat, Herman Maelani menyampaikan, pencegahan stunting sangat penting dilakukan sejak hulu. Melalui peningkatan gizi pada remaja dan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah diharapkan percepatan stunting di Jawa Barat bisa tercapai.
“Kita mengadakan kolaborasi dengan anggota Komisi lX DPR RI terkait dengan pemberian edukasi terkait gizi dan juga bagaimana penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja. Sehingga nanti harapan kita ketika remaja paham tentang gizi dan bagaimana mencegah animea percepatan stunting di Jawa Barat bisa tercapai,” kata Herman.
Herman menuturkan, pihaknya mengandeng Komisi IX DPR RI karena mereka memiliki fungsi diantaranya fungsi anggaran, legislasi, dan fungsi pengawasan yang mempunyai kapasitas untuk mendorong stick holder di lapangan dalam percepatan penurunan angka stunting.
“Makanya dari sejak remaja kita harus pastikan bahwa gizi dan juga pola hidupnya mereka bisa mengarah pada penanganan stunting. Karena pola remaja saat ini kalau kita lihat memang godaannya banyak, terutama gaya hidup makanan yang saat ini viral banyak karbohidratnya dan sebagainya trutama jajanan di sekolah,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan remaja bisa mengerti usia terbaik perkawinan. Dengan harapan bisa melahirkan anak yang sehat dan terhindar dari stunting, serta memahami pentingnya mencegah anemia. Sebab, kondisi anemia juga menjadi salah satu faktor terjadinya kasus stunting baru.
“Kegiatan ini diharapkan menjadikan remaja lebih teredukasi tentang gizi bagi remaja, dan pentingnya mencegah anemia sebelum-sebelum menikah untuk mencegah angka stunting baru di Jawa Barat,” ucapnya.
Kegiatan ini ditunjukan kepada remaja, sehingga kelak nanti akan menjadi orang tua yang menghasilkan generasi baru. Untuk itu edukasi terkait stunting perlu diketahui oleh para remaja.
“Kita BKKBN diberi tugas untuk pencegahan stunting secara sensitif (pencegahan), Jadi jangan sampai kita menunggu lahirnya bayi-bayi stunting, tapi kita cegah dulu dari hulunya, mulai dari sebelum menikah, kemudian hamil, disitu titik krusialnya. Jadi jangan sampai menunggu ketika udah 2 tahun agak sulit untuk mengembalikan ke normalnya lagi kalau terjadi kekurangan gizi,” ujarnya.







