JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang memusnahkan barang bukti dari puluhan perkara tindak pidana umum yang sudah berkekuatan hukum tetap. Pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan di Halaman Kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang disaksikan langsung unsur Forkopimda Sumedang, Selasa (2/8/2022).

Pantauan di lapangan, barang bukti yang dimusnahkan dai 64 perkara tidak pidana umum terdiri dari narkotika jenis sabu-sabu dari 17 perkara sebanyak 65,19 gram, tembakau gorila sebwrat 2,1 gram dari 1 perkara, dan sebanyak 4903 butir obat-obatan terlarang dari 8 perkara. Pemusnahan barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara digiling menggunakan blender. Sedangkan untuk handhpone berbagai merek dihancurkan, senjata tajam dan senjata api ilegal di gerinda, dan lainnya dibakar.

Plt Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang, Lila Nasution mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan perkara periode Januari sampai bulan Juli 2022. Pemusnahan barang bukti ini merupakan perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkrah.

“Pemusnahan ini tadi ada sekitar puluhan perkara dari periode bulan Januari sampai Juli 2022,” kata Lila Nasution.

Kasus kejahatan yang menonjol di Kabupaten Sumedang, kata Lila, merupakan kasus narkotika, perlindungan anak dan penganiayaan.
“Kasus yang menonjol trendnya di Sumedang itu pertamakali ada narkotika, kemudian ada perlidungan anak dan penganiayaan, itu yang paling tinggi di Kabupaten Sumedang,” katanya.

Sementara itu Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan, mendukung sepenuhnya sebagai proses penegakan hukum salah satunya pemusnahan barang bukti. Terkait kasus yang tertinggi di Sumedang akan dijadikan basis data dan referensi, untuk mengambil kebijakan dan kegiatan-kegiatan Pemkab Sumedang.

“Kasus-kasus yang menonjol di Kabupaten Sumedang itu tentunya menjadi basis data kami sebagai referensi untuk mengambil kebijakan program kegiatan Pemda untuk kedepannya harus terdapat kepada untuk meminimalisir atau mencegah 3 kejahatan tertinggi,” kata Dony.

Dony menuturkan, pihaknya berpesan kepada seluruh warganya agar jangan sesekali-sekali mencoba untuk menggunakan narkoba jenis apapun karena bisa berbahaya.
“Kami imbau kepada masyarakat jangan menjadi bagian masalah, jaga diri dan sayangi keluarga hindari narkoba,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here