JURNALSUMA.COM., MAJALENGKA – Kejaksaan Negeri Majalengka periksa 11 Pegawai Perumda Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Majalengka dan 10 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Majalengka diperiksa Kejaksaan Negeri Majalengka.

Pemeriksaan dilakukan terkait dugaan tindak pidana korupsi pemberian pinjaman dana nasabah pada BPR Majalengka Cabang Sukahaji tahun 2018 sampai dengan 2019.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka, Eman Sulaeman mengatakan, sejak diterbitkannya surat perintah penyidikan Nomor : Prin 01/M.2.24./fd.1/02/2021. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 159 orang yang terdiri dari 138 nasabah, 11 pegawai BPR dan 10 ASN.

“Sejak tanggal 25 Februari 2021, terkait dugaan tindak pidana korupsi pinjaman dana nasabah, tim Jaksa penyidik pada Kejaksaan Negeri Majalengka sampai dengan tanggal 27 Januari 2022, telah melakukan pemeriksaan terhadap 138 nasabah. 11 orang Pegawai Perumda dan 10 orang ASN di Kabupaten Majalengka,” kata Eman.

Dikatakan Eman, 11 pegawai yang dipanggil tersebut merupakan pegawai yang menduduki berbagai jabatan di Perumda BPR Majalengka. Yaitu, AJ, RK, HS, NS, AA, SNR, UD, UW, NN, TS, dan DZA.

“Sementara sisanya 10 orang ASN yaitu AKN, AA, AB, RS, AD, DF, SD, AB, YK, dan MR merupakan ASN Di Kabupaten Majalengka Jawa Barat,” katanya.

Eman menuturkan, pemeriksaan yang di lakukan Kejaksaan Negeri Majalengka terhadap 138 Nasabah, 11 orang pegawai Perumda dan 10 ASN di Kabupaten Majalengka. Hal itu dilakukan guna keperluan penyidikan kasus korupsi di BPR Majalengka.

“Pemanggilan dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyelidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri. Ia liat sendiri dan ia alami sendiri, guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi Perumda Bank Perkreditan Rakyat Majalengka Cabang Sukahaji,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here