JURNALSUMA.COM., SUMEDANG – Seorang warga mengalami luka setelah terseret material longsor dari tebing setinggi 150 meter dengan lebar 80 meter yang mengalami longsor, di Dusun Nangtung RT 03 RW 03, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (15/1/2022) sore.

Korban diketahui bernama Tata (66) seorang petani warga Lingkungan Cimareme RT 04 RW 11, Kelurahan Pasangrahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan, yang mengalami luka terlilit di bagian kaki. Sementara sang istri yang mengetahui kejadian tersebut mengalami shok hingga tak sadarkan diri.

Kejadian tersebut setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir. Lokasi yang longsor adalah bukit Leuweung Kadu yang kerap mengalami longsor kecil pada bagian atasnya.

Menurut keterangan anak korban, Mamat Rahmat (40), saat kejadian dirinya tengah berada dirumah, tiba-tiba mendegar teriakan warga lain yang diantaranya menyebutkan orang tuanya tertimbun longsor.

“Dari sini lihat bapak lagi di pinggir melambaikan tangan teriak-teriak minta tolong,” Katanya.

Beruntung korban yang sempat terpental hanya mengalami luka ringan dibagian kaki dan saat ini dalam perawatan pihak keluarga.
“Lagi panen, sudah lama beres kemudian pulang langsung ada longsor dan kebanting,” ucapnya.

Sementara itu dari keterangan Danru Pusdalops BPBD Sumedang Wawan Hendra Gunawan, longsor terjadi sekitar pukul 16.30 WIB yang menimbun sekitar 2 hektar sawah dan juga menutup aliran sungai Cipongkor yang bermuara di Sungai Cipeles.

“Kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 16.30 WIB, kemudian langsung melakukan asesment di lokasi kejadian,” kata Wawan.

Selanjutnya pihak BPBD bersama unsur TNI, Polri dan perangkat desa menghimbau warga untuk tidak mendekati lokasi longsor, dengan radius 1 kilometer mengingat kondisi tebing yang berpotensi terjadi longsor susulan.
“Pendataan rumah yang terdampak masih kami lakukan,” ujar Wawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here