JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, mengaku miris atas kasus penyekapan anak dibawah umur yang terjadi di Kabupaten Sumedang Jawa Barat.

Hal tersebut, disampaikan I Gusti Ayu usai bertemu langsung dengan korban berinisial R, di Mapolres Sumedang, Jumat (7/1/2021). Kedatangan menteri, ingin memastikan kondisi korban, dalam keadaan baik.

Termasuk, mencari solusi kedepan. Seperti bila harus ada pengasuh tetap anak tersebut. Dan saat ini, korban sudah didampingi pengasuh sementara yang merupakan polwan di Polres Sumedang.

“Saya sampaikan apresiasi kepada pak Kapolres beserta jajarannya yang telah melakukan respon cepat dalam penanganan kasus ini, serta terima kasih pendampingannya yang dilakukan kepada korban,” kata I Gusti Ayu.

Menurut I Gusti Ayu, bila pun harus ada pengasuh pengganti, harus menjalani mekanisme dan prosedur. Korban harus berada pada tangan yang tepat dan aman, guna menghindari kejadian serupa.

“Bagaimana nanti kedepan anak ini (korban), bisa berada di pengasuh yang tetap. Anak ini, harus betul-betul aman dan nyaman dan tidak terjadi penelantaran dikemudian hari, dan juga tidak terjadi kekerasan lagi nantinya kita akan kawal,” jelasnya.

Menteri menambahkan, kondisi anak saat ini dalam keadaan sehat dan baik.
“Anak (korban) sangat ceria. Bisa bermain dan ini cukup membanggakan bagi kami, karena ini pendampingan yang sudah luar biasa diberikan jajaran Polres Sumedang. Kalau melihat kondisi kemarin, itu sangat miris sudah seperti tidak manusiawi,” tambahnya.

Menteri juga berpesan kepada tersangka S, agar tidak menyampaikan laporan berbelit-belit saat menjalani penyidikan. Sehingga, dapat memudahkan dalam proses hukum nanti.

“Tersangka juga sudah menyampaikan dan sudah menandatangani siap menerima hukuman apapun,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here