JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Tebing setinggi 12 meter, longsor hingga menutup akses tiga desa di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Diantaranya, Desa Cipancar, Baginda dan Citengah, serta menuju pusat Kota Sumedang.

Longsor terjadi akibat guyuran hujan pada Rabu (22/12/2021) malam. Belum adanya bantuan, membuat warga bergotong royong membersihkan material longsor dengan alat seadanya pada Kamis (23/12/2021) pagi.

Material longsor berupa tanah dan rumpun bambu, menutup badan jalan kawasan Dusun Cileungah, Desa Baginda, Kecamatan Sumedang Selatan. Akses yang tertutup, merupaka akses satu-satunya bagi warga desa tersebut.

Salah seorang warga, Mimin mengatakan, hingga pagi tadi, akses jalan belum bisa diewati kendaraan roda empat. Dengan terpaksa, dirinya harus berjalan kaki karena angkutan yang ditumpanginya tidak bisa melintas.

“Kan mobilnya cuman sampai sini kan, ada longsor, jadi jalan kaki,” kata Mimin kepada Jurnalsuma.com.

Warga lainnya, Ucup Yusup mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 05.00 WIB pagi usai wilayah tersebut diguyur hujan sejak malam hari.

“Awalnya saya lagi Shalat Subuh, ada suara gemuruh. Tiba tiba dilihat sudah ada longsor,” ucap Ucup.

Sementara itu, Kapolsek Sumedang Selatan, Kompol Bony mengatakan, upaya pembersihan material longsor, dilakukan petugas gabungan dengan menggunakan alat seadanya sambil menunggu datangnya alat berat.

“Untuk akses jalan, kami coba lakukan buka tutup untuk kendaraan roda dua saja. Untuk roda empat sementara belum bisa dilalui,” ujar Bony.

Bony menbahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihaknya menyampaikan imbauan kepada warga, untuk lebih berhati-hati. Mengingat di kawasan tersebut, sering terjadi longsor.

“Lokasi ini kita lokalisir dulu. Sementara untuk antisipasi terjadinya longsor susulan,” kata Bony.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here