JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Menindak lanjuti dari surat Kementerian Agama bahwa kebijakan pemerintah yang membatalkan rencana, Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 periode Natal dan tahun baru (Nataru).

Oleh karena itu, Kementerian Agama menerbitkan Surat Edaran (SE), Menteri Agama No SE 33 Tahun 2021, tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 dalam. Pelaksanaan Ibadah dan Peringatan Hari Raya Natal yang terbit pada 12 Desember 2021 kemarin.

Dengan adanya Surat Edaran mulai diberlakukan pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022, ditujukan khusus untuk pelaksanaan ibadah di Gereja.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, Sjamsuridjal mengatakan, berdasarkan surat edaran tersebut tentang pelaksanaan ibadah Natal dan Tahun Baru. Diterangkan jika jemaat kaum Kristiani dalam merayakan Natal harus dibatasi hanya 50 persen.

“Nantinya jemaat harus dibatasi, berikut persyaratan terkait protokol kesehatan Covid-19,” katanya, Kamis (16/12/2021).

Ia menuturkan, dimana wajib adanya disinfektan, menyediakan masker serta memperlihatkan kartu sudah divaksin. Selain itu bagi lansia yang diatas 60 tahun jangan masuk.

“Jadi intinya surat edaran ini yakni mengatur bagaimana jangan sampai terjadi Cluster baru, karena adanya kerumuna, hal ini sudah kami sosialisasikan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here