JURNALSUMA.COM.,MAJALENGKA – Pasca bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Panyindangan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka Jawa Barat, petugas gabungan dari unsur TNI/Polri, BPBD dibantu warga mulai membersihkan material longsor.

Material longsoran dari tebing setinggi 20 meter berupa tanah merah, kerikil dan batu memenuhi rumah warga. Longsor juga mengakibatkan rumah warga mengalami kerusakan. Bahkan, sebagian rumah mengalami jebol pada bagian belakang, hingga menimpa perabotan yang ada di dalamnya.

Camat Banjaran, Dedi Supriadi mengatakan, sulitnya medan menuju lokasi bencana, membuat tim evakuasi tidak dapat menerjunkan alat berat. Sehingga proses evakuasi materila longsor dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya.

“Alat berat sulit kami terjunkan, mengingat posisi area bencana berada ditengah permukiman padat penduduk,” kata Dedi.

Dikatakan Dedi, upaya pembersihan material longsor dilakukan bersama unsur TNI/Polri, BPBD dan warga sekitar. Termasuk menerjunkan satuan Sabhara Polres Majalengka untuk mempercepat proses pembersihan.

“Satuan Sabhara juga diterjunkan dengan peralatan gergaji mesin, sekop dan cangkul, untuk membantu percepat proses evakuasi material longsor,” ucapnya.

Bencana alam tanah longsor sendiri, kata Dedi, terjadi pada Rabu (8/12/2021), saat hujan lebat menguyur wilayah Majalengka selama 5 jam lebih. Warga diimbau untuk waspada, mengingat curah hujan yang tinggi masih akan berlangsung di wilayah Majalengka.

“Kewaspadaan harus lebih ditingkatkan, terutama bagi warga yang tempat tinggalnya berada di bawah tebing dan disekitar aliran sungai,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here