JURNALSUMA.COM – Banjir bandang, melanda tiga desa di Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (27/11/2021).

Banjir bandang dari Sungai Ciloa, Cinangsi dan Citameng itu, akibat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Tiga desa yang diterjang banjir bandang, diantaranya Desa Mekarwangi, Sukawening dan Mekarurip.

Banjir bandang di Garut, selain menerjang permukiman warga juga memutuskan sebuah jembatan. Banjir bandang Garut tersebut viral dimedia sosial bahkan di grup WhatsApp pun dibagikan oleh beberapa orang.

Dalam video yang beredar, memperlihatkan besarnya air di sungai Ciloa yang deras dan menerjang beberapa rumah. Bahkan tiang listrik bertumbangan.

“Allohuakbar, Allohuakbar cai beki badag wae, ya Alloh beki ageng wae ieu cai,” kata seseorang warga dalam rekaman tersebut.

Dari bencana banjir bandang ini, satu tim Rescue diterjunkan ke lokasi, setelah sebelumnya menerima laporan terkait banjir bandang sekitar pukul 15.45 WIB.

“Tim rescue menuju lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, untuk melakukan evakuasi warga terdampak banjir,” kata Deden Ridwansyah Kepala Basarnas Bandung.

Untuk mengantisipasi naiknya permukaan air, hingga pukuk 18.30 WIB, petugas gabungan dari Basarnas unsur TNI-Polri, BPBD, Damkar, Satpol PP beserta aparat desa masih disiagakan di lokasi kejadian.

“Sementara belum ada laporan korban, namun akibat banjir aktivitas warga terganggu akibat putusnya jembatan penghubung Mekarwangi-Sukamukti,” ujar Deden.

Laporan komandan Tim Rescue, Syahrir menyebutkan, kondisi di lokasi kejadian sudah surut, hanya tersisa lumpuran sisa banjir. Berdasarkan info sementara tim di lapangan, 4 Rumah rusak berat di Desa Mekarhurip dan 7 jiwa melakukan evakuasi mandiri ke rumah saudara yang lebih aman.

“Sedangkan 17 Rumah rusak di Desa Sukawening dengan 63 jiwa. Saat ini 63 warga di Desa Sukawening mulai kembali ke rumah masing masing, untuk membersihkan rumah mereka. Data lainnya masih dalam pendataan,” ucapnya.

Selain banjir bandang di Kabupaten Garut, hujan deras menyebabkan juga longsor di kawasan jalan Cadas Pangeran. Akibatnya, arus lalu lintas padat merayap dari kedua arah.

Untuk mempercepat penanganan material longsoran petugas Kepolisian melakukan buka tutup arah kendaraan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here