JURNALSUMA.COM.,MAJALENGKA – Ratusan hektar area pesawahan di Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat, terendam banjir. Petani di tujuh desa di dua kecamatan Kabupaten Majalengka, terancam gagal tanam.

Banjir, terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dan pendangkalan Sungai Cibuaya, hingga meluap dan merendam area pesawahan.

Sanudin, salah seorang petani di Desa Jatiraga Kecamatan Jatitujuh menyebutkan, banjir terjadi hampir setiap musim hujan dan membuat bibit yang sudah disemai terendam. Proses pengolahan lahan menjelang musim tanam, terpaksa harus dihentikan.

“Ya bangkrutlah (rugi), sekarang sudah habis banyak modal kondisi air yang tinggi, enggak bisa diolah, enggak bisa ditanami,” katanya, Jumat (19/11/2021).

Sementara itu, Kepala Desa Jatiraga, Carsidik mengatakan, luapan air di aliran sungai Cibuaya, akibat terjadinya pendangkalan. Sedikitnya, 50 hektar area pesawahan di wilayah Desa Jatiraga, terendam.

“Jadi sekiranya kalau tahun ini tidak bisa dinormalisasi, ya kemungkinan di desa kami engga bakalan menanam padi,” ucap Carsidik.

Menurut kades, ketinggian banjir hampir satu meter, membuat petani mengalami kerugian. Lahan yang sudah diolah, harus diolah ulang karena rusak. Sementara bibit yang sudah dipersiapkan, mati akibat terendam banjir.

“Kami berharap segera ada normalisasi untuk menjaga ketahan pangan di daerah kami,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here