JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Satuan Reserse Narkoba Polres Sumedang Jawa Barat, kembali mengungkap peredaran narkotika jenis sabu. Sebanyak tiga tersangka, diamankan di wilayah Kecamatan Pamulihan dan Kecamatan Tanjungsari.

Diantaranya, AOS alias Rian, warga Dusun Mekarsari Desa Gunung Manik Kecamatan Tanjungsari, yang ditangkap bersama RP alias Penjol, warga Dusun Cijanggel Desa Cinanjung Kecamatan Tanjungsari, pada Minggu (7/11/2021) lalu.

Kedua tersangka ini, diamankan di depan Bank BRI Unit Pmulihan dengan barang bukti sebanyak satu paket sabu seberat 1,24 gram.

Selanjutnya, petugas menangkap JM alias Jamal, yang bestatus sebagai mahasiswa, asal Dusun Cikupa Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan. Jamal ditangkap pada Selasa (9/11/2021) di Perum Puskopad Desa Gunung Manik Kecamatan Tanjungsari, dengan barang bukti sebanyak 22 paket sabu dengan berat 23,95 gram.

Seperti disampaikan Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Sumedang, Kamis  (11/11/2021) siang. Pengungkapan kasus narkoba kali ini, termasuk besar.

Petugas berhasil mengamankan sebanyak 23 paket sabu dari ketiga tersangka yang berperan sebagai kurir, beserta alat hisap sabu dan ponsel.

“Berat totalnya mendekati 25 gram. Ini berujung di pemesanan pada seseorang yang berada di Lapas Banceuy Bandung. Sehingga perlu dilakukan koordinasi dengan pihak lapas, guna pengembangan lebih lanjut,” katanya.

Menurut kapolres, modus operandi ketiga tersangka dilakukan melalui jejaring media sosial (medsos). Untuk proses pengiriman sabu, dengan cara menentukan titik kordinat antara kurir dan calon pembeli.

“Pemesanan melalui medsos, baik itu WhatsApp, maupun Instagram dan Facebook. Perjanjian dilakukan dengan menentukan satu kordinat tertentu dan ditempelkan di suatu tempat. Dan pemesan langsung mengambilnya,” kata kapolres.

Dijelaskan kapolres, hasil penangkapan tersangka RP alias Penjol, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap seorang berinisial CK, yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat pasal berlapis 114, 112 dan 127, Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang narkotika, dengan ancaman penjara seumur hidup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here