JURNALSUMA.COM.,MAJALENGKA – Toto, pedagang sayur keliling yang tasnya diduga diambil kakek Caslam di Desa Cibogor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat pada Minggu (24/10/2021) lalu, memberi penjelasan atas viralnya video penganiayaan. 

Menurut Toto, saat kejadian, tas yang digantung di atas motor berisi uang Rp.1.500.000, raib seketika saat dirinya memanjat pohon petai cina. Saat itu, melintas seorang pemulung. 

Toto, lantas bergegas mencari kakek pemulung yang diduga telah mengambil tas miliknya. 

“Saya cari-cari tidak ketemu, sampai ke perempatan ternyata gerobaknya ada di situ,” kata Toto saat ditemui di kediamannya, Kamis (28/10/2021). 

15 menit kemudian, kata Toto, si kakek muncul dengan membawa karung. Toto langsung menanyakan prihal tas miliknya, yang hilang. Namun, kata Toto, si kakek tidak mengakuinya. 

“Terus masa berkerumun, pada datang. Bapak itu tetep enggak mau mengakui, karena tidak ada bukti,” ucap Toto. 

Selanjutnya, Toto menelepon salah satu perangkat desa, dan saat itu si kakek langsung mengakui perbuatanya, sekaligus meminta tidak mengundang perangkat desa. 

Saat diminta menujukan tas milik Toto, kakek Caslam tak kunjung kembali setelah hampir 30 menit. 

Seluruh perangkat desa mencari keseluruh pelosok desa dan menemukan si kakek ke arah jalan pulang menuju Desa Cicadas. Saat itu juga, kakek Caslam diamankan ke Kantor Desa Cibogor. 

“Setelah didesak sambil dikawal perangkat desa, dia (kakek Caslam) mengambil tas itu yang berada ditumpukan sampah secara rapi,” terang Toto. 

Sementara itu, Kepala Desa Cibogor, Riki Hari mengatakan, terkait kejadian tersebut dirinya mengaku prihatin. Terlebih kehidupan Toto sendiri yang memprihatinkan, berprofesi sebagai penjual sayur keliling. 

“Saya tahu pak Toto kesehariannya sebagai penjual sayur keliling, dan kalau dibandingkan, pak Toto itu sama orang tidak punya,” kata Riki. 

Riki menambahkan, Toto tinggal di rumah kontrakan, karena rumah peninggalan orang tuanya terpaksa harus dijual untuk biaya berobat istrinya. 

Toto hidup sendiri, karena sang istri meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. 

“Hasil jualan sayurnya pun memang tidak menentu, di sini pak Toto ngontrak sudah dua tahun,” ujar Riki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here