JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Setelah 2 tahun tertunda akibat pandemi covid-19, Festival Kopi Sumedang yang Ke-3, akhirnya dapat digelar.  

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari di halaman Induk Pusat Pemerintah (IPP) Kabupaten Sumedang, dilangsungkan setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sumedang turun ke level 2.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir saat membuka Festival Kopi Sumedang mengatakan, kegiatan ini digelar untuk meningkatkan geliat perekonomian masyarakat di tengah pandemi. 

“Ini sebagai ikhtiar dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyatakat, melalui komuditas kopi yang bisa dieksport, dipasarkan lebih luas,” katanya. 

Dikatakan Dony, kopi asli produk Sumedang, kualitasnya baik dan mampu bersaing. Terbukti dengan beberapa pelaku usaha kopi yang sudah mengikuti pameran kopi di beberapa negara Eropa, Timur Tengah dan Amerika.

“Saya harap ada pelaku usaha di Sumedang yang menjadi eksportirnya langsung, sehingga pemulihan ekonomi daerah dapat dicapai,” ucap Dony. 

Sementara itu salah seorang penikmat kopi, Berlin, mengaku sengaja datang ke Festival Kopi Sumedang, untuk mencicipi aneka kopi produk asli Sumedang. 

“Buat kalian penyuka kopi ini rekomendid banget,” katanya. 

Hal senada dikatakan pencinta kopi lainnya, Panji, Festival Kopi Sumedang menjadi ajang untuk memperkenalkan berbagai ciri khas cita rasa kopi yang ada di Sumedang, agar bisa dikenal lebih luas lagi. 

“Adanya festival kopi, jadi menambah pengetahuan kopi Sumedang itu dari mana aja,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Kopi Sumedang, Rauf Nuryama mengatakan, selain pameran, pihaknya mempertemukan antara pembeli dan pengusaha kopi. Serta ada pelatihan bagi barista, agar mampu bersaing tak hanya di lokal tetapi di internasional. 

“Berlatih bagaimana menjadi barista yang bersertifikat, yang diharapkan dapat mendogkrak nilai jual kopi yang kita seduh, kita sajikan lebih kompetitif,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here