JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi warga pasca pandemi Covid-19, Nana Suarsana akan menghibahkan upahnya sebagai kepala Desa. Hal itu, menjadi salah satu poin, dalam misi Nana Suarsana yang kini menjadi calon kepada Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang Jawa Barat.

Calon kades Ciherang nomor urut 3 ini, akan menghibahkan upahnya dalam program 100 hari kerja. Upah sebagai kades nanti, akan diberikan kepada warga yang membutuhkan, dalam kurun waktu satu tahun.

Selain itu, Nana juga bersiap untuk mewujudkan pemerintah desa yang jujur dan berwibawa. Kemudian, meningkatkan profesionalitas dan mengaktifkan seluruh perangkat dan lembaga desa, mewujudkan prasarana dan prasarana yang memadai, mewujudkan perekonomian dan kesejahteraan warga desa.

Nana juga, akan meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat desa yang maksimal. Dan yang saat ini diperlukan, berupa percepatan pemulihan perekonomian masyarakat pasca pandemi covid-19, dengan mendorong petani, pelaku usaha atau UMKM yang lebih optimal serta infrastruktur penunjangnya.

“Potensi salah satu yang ada di Ciherang itu pertanian. Potensi pertanian itu sangat kita perhatikan dalam program visi misi, yang jadi sasaran utama,” kata Nana kepada Jurnalsuma.com.

Sementara, visi Nana sebagai calon kades, akan mewujudkan gotong royong dalam membangun Desa Ciherang yang jujur, adil, sejahtera, berbudaya, dan berakhlak mulia. Dengan gotong royong, kata Nana, semua potensi yang ada di Ciherang, akan tergali dengan baik.

“Kemudian potensi wisata. Di wilayah Desa Ciherang ada potensi wisata Curuk Cipongkor, yang Insya Allah akan dikembangkan beserta potensi yang lainnya,” tambah Nana.

Tak terlepas dari visi misinya sebagai calon kades Ciherang dengan slogan ‘Yang Muda Yang Berkarya Untuk Ciherang Maju’, Nana juga memiliki motivasi untuk menyejahterakan warganya kelak. Diantaranya, melakukan program bedah rumah bagi warga yang kurang mampu.

“Perlu diperhatikan juga untuk program bedah rumah bagi warga kurang mampu atau tidak layak pakai. Termasuk kita harus bisa membuka lapangan pekerjaan agar masyarakat di desa saya mendapat pendapatan dan menjadi sejahtera,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here