JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Perajin tas di Dusun Cibugel, Desa Cibugel, Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, mampu bersaing di pasaran. Tak hanya pasar lokal, home industri berbagai macam model tas produk lokal ini, mampu bersaing di pasar nasional.

Terbukti, dari banyaknya peminat tas produksi lokal, membuat perajin kebanjiran pesanan. Dan selain ikut meramaikan produksi di bidang perdagangan, usaha lokal yang dirintis warga desa tersebut, bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga di sekitar.

Menurut perajin tas, Pendi menyebeutkan, dengan modal awal sebesar Rp.15 Juta, dirinya memulai usaha pembuatan dompet di Tahun 2005. Sejak saat itu, mulai berkembang pada pembuatan tas berbagai macam model, di akhir Tahun 2019.

“Produksi tas itu, Tahun 2019, mulai ke produksi tas, jadi dompet masih bikin, cuma kuantitasnya sedikit-sedikit,” kata Pendi.

Dikatakan Pendi, dengan jumlah karyawan sebanyak 15 orang, produksi tasnya banyak diminati. Sampai sekarang pun, masih banyak permintaan dari berbagai toko dan grosir yang ada di wilayah Sumedang, Bandung, Cirebon dan daerah sekitarnya.

“Karyawan itu semuanya 15 orang, sama sekarang itu lagi mulai melatih anak-anak disabilitas. Alhamdulillah sekarang itu sudah berjalan 3 bulan,” ucapnya.

Selain tas, Pendi juga memproduksi pesanan berbagai macam aksesories lainnya. Meski sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, namun kini usahanya mulai bangkit dengan omzet perbulan sekarang sekitar Rp.100 Juta.

“Karena Covid-19 kemarin, itu sempat dua kali diliburkan. Yang pertama seminggu terus awal PPKM itu 10 hari libur total,” ujar Pendi.

Pendi menambahkan, dalam menggeluti usaha pembuatan tas, dirinya mengaku masih banyak kekurangan dan terkendala masalah transportasi. Termasuk modal usaha serta peralatan penunjang produksi.

“Karena produksi itu di pelosok, jadi kendalanya transportasi. Dan mudah-mudahan juga ada bantuan dari pemerintah, yang pertama itu bantuan peralatan seperti mesin untuk produksi,” katanya.

Selain mempekerjakan warga sekitar sebagai karyawan, Pendi juga merekrut dan melatih warga difabel untuk diberi bekal ilmi keterampilan dalam pembuatan tas dan berbagai aksesoris yang lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here