JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sumedang, menargetkan 9.600 orang mendapatkan vaksin Covid-19, hingga 20 Oktober 2021. Sasaran vaksinasi, diantaranya ibu hamil, ibu menyusui, pelajar dan masyarakat umum lainnya.

“DPPKB Kabupaten Sumedang mendapatkan tugas dari BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Pusat, untuk memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 untuk 9.600 sasaran. Terdiri dari anak sekolah dan masyarakat umum, yang didalamnya terdapat ibu hamil, ibu menyusui,” kata Sekretaris DPPKB Kabupaten Sumedang, Anna Sabana, saat meninjau langsung Gebyar Vaksinasi Keluarga di Kampus SMKN Situraja, Rabu (13/10/2021).

Selain di Kampus SMKN Situraja, kata Anna, Gebyar Vaksinasi Keluarga hari pertama, digelar juga di Desa Cijati Kecamatan Situraja. Sasaran vaksin di dua tempat itu, mencapai 900 orang.

“Kami diberi waktu sampai dengan tanggal 20 Oktober 2021. Untuk hari ini (kemarin) di dua tempat, yakni SMKN Situraja dan Cijati, masing-masing targetnya 450 sasaran,” tuturnya.

Anna menyebutkan, 9.600 dosis vaksin itu akan disebar di semua kecamatan di seluruh Sumedang. Dalam pelaksanaannya, pihaknya bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Sumedang sebagai tenaga vaksinator.

“Kami juga melibatkan bidan desa, kader KB, dan Dinkes yang tersebar di semua kecamatan. Jadi kami lengkap, sehingga diharapkan dalam pelaksanaannya berjalan lancar,” tuturnya.

Salah seorang penerima vaksin ibu menyusui, Mulyati mengatakan, keinginannya untuk mengikuti atas dasar kemauan sendiri demi kesehatan. Dan setelah di vaksin mengaku lega dan nyaman. 

“Yang pertama itu untuk kepentingan, banyak kepentingan yang memang mengharuskan ada surat vaksin. Terus yang kedua untuk kesehatan kita sendiri,” katanya. 

Sementara itu Bidan Puskesmas Situraja, Sanah Hasanah menyampaikan, untuk wilayah kerja Puskesmas Situraja, tercatat ada 160 ibu hamil. Sementara yang sudah menjalani vaksin, baru 48 orang.

“Ibu hamil diharapkan harus mengikuti vaksinasi Covid-19, karena daya tubuhnya yang diserap jadi resikonya tinggi,” ujar Sanah. 

Sanah menambahkan, dalam pelaksanaan vaksinasi bagi ibu hamil pihaknya melakukan pembatasan  usia kehamilan peserta mulai dari usia kehamilan 14 mingggu hingga 33 minggu. 

“Iya dibatasi, karena ditakutkan untuk usia kehamilan lebih dari 33 minggu takut dosis keduanya melahirkan. Jadi kalau lebih dari 33 minggu dianjurkan sesudah melahirkan saja,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here