JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Hampir setiap hari, anak-anak usia sekolah di Dusun Cibubut RT 02 RW 05, Desa Jayamekar, Kecamatan Cibugeul, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, naik ke atap bangunan.

Bukan tanpa tujuan, melainkan demi mendapatkan sinyal internet. Meski bahaya, mengancam keselamatan mereka.

Hal ini, dilakukan anak-anak usia sekolah, hanya demi mengikuti pembelajaran sistem daring, yang diberlakukan dimasa pandemi Covid-19.

Sulitnya mendapat akses internet, menjadi kendala tersendiri bagi peserta didik yang tinggal di daerah pelosok, seperti mereka. Anak-anak, harus naik ke atap bangunan, demi mendapatkan sinyal internet.

Seperti dilakukan Raisya Kinanti, salah seorang anak yang masih duduk di bangku kelas III Sekolah Dasar (SD). Untuk mendapatkan sinyal internet, dia dan teman-temannya, nampak biasa menaiki atap bangunan MCK yang ada di tengah-tengah dusun.

“Karena di bawah enggak ada sinyal, jadi harus naik ke sini,” kata Raisya ketika dijumpai Jurnalsuma.com, Sabtu (9/10/2021).

Senada disampaikan Widi, siswi kelas XII asal Dusun Cibubut. Menurut Widi, sinyal internet memang sejak dari dulu tidak ada di dusunnya. Dan untuk menunjang kegiatan belajar daring, dirinya harus mencari sinyal di tempat lain, atau terpaksa harus naik ke atap.

“Dari dulu juga sudah enggak ada sinyal. Harapannya pengen bagus sinyalnya kayak orang-orang,” ucap Widi.

Sementara itu, Kepala Dusun Cibubut, Jaja Miharja mengatakan, tidak adanya sinyal internet di Dusun Cibubut, membuat anak-anak terpakasa harus menaiki atap untuk mendapatkan sinyal internet. Meskipun bahaya mengancam keselamatan, hal itu dilakukan untuk dapat mengikuti belajar secara daring.

“Sinyal tidak stabil, apa lagi sinyal internet. Jadi sangat susah sekali sinyal di sini. Makanya, anak-anak pada naik atap MCK ini,” kata Jaja.

Jaja berharap kedepannya segera ada solusi yang dapat mengatasi permasalahan di Dusun Cibubut. Terlebih, penggunaan HP menjadi tumpuan utama masyarakat di era digitalisasi saat ini, apalagi bagi mereka para pelajar yang mengikuti pembelajaran daring.

“Berharap sinyal stabil dan kami dimanapun menggunakan HP itu tidak lagi terkendala sinyal apa lagi untuk internet,” ujar Jaja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here