JURNALSUMA.COM.,MAJALENGKA – Perkembangan petani Jambu Merah di Desa Jatipamor, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, cukup pesat. Bahkan tak mengenal musim yang selalu berbuah setiap waktu.

Menurut Momo, petani Jambu Merah asal Desa Jatipamor menyebutkan, hampir dua puluh tahun dirinya menggeluti pertanian Jambu Merah. Dimana sebelumnya, Momo pernah berprofesi sebagai pedagang bubur ayam.

“Dari jambu ini, bisa memiliki pendapatan yang cukup bagus, lebih menguntungkan,” kata Momo kepada Jurnalsuma.com, Kamis (30/9/2021).

Selain dari waktu panen yang terbilang cepat, kata Momo, Jambu Merah bisa tumbuh dan berbuah di segala musim.

“Kalau panen, waktunya cepat. Bisa panen seminggu tiga kali,” ujar Momo.

Seperti diketahui, buah jambu biji merupakan salah satu buah yang kaya akan manfaat dengan kandungan serat dan vitamin C. Sehingga banyak menarik minat konsumen untuk membelinya. Salah satunya, Siti Robiah yang mengaku sebagai pecinta jambu biji merah.

“Biasanya dikonsumsi langsung atau diolah dibuat jus dan dodol juga enak,” ucap Siti.

Sementara itu Kepala Desa Jatipamor, Amin Mulyana menuturkan, dimasa pandemi, permintaan Jambu Merah mengalami peningkatan. Namun untuk harga jualnya, mengalami penurunan dari Rp.10 ribu menjadi Rp.4 ribu perkilo.

“Harganya menurun, namun keuntungan tetap ada bagi petani. Bisa untung Rp.1.000 perkilonya,” kata Amin.

Amin menambahkan, dari lahan 500 meter persegi, petani mampu panen 1 ton buah jambu. Dan untuk jambu Jatipamor sendiri, sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Barat dan sekitarnya.

“Di Jatipamor ada sekitar 2 hektar lahan penghasil jambu yang sudah dipasarkan ke Bandung, Tasikmalaya, Indramayu, Cirebon dan daerah Jabodetabek,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here