JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Kelompok Tani (Poktan) Dangiang Tani Abadi di Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat berhasil mengekspor komoditas sayuran buncis Kenya. Sebagian besar anggota Poktan Dangiang Tani Abadi merupakan Kaum milenial.

Anggota Poktan Dangiang Tani  Abadi, Deni Sopian menuturkan, sudah 6 bulan pihaknya bekerjasama dengan Poktan Macakal, Lembang, Kabupaten Bandung Barat dalam pengembangan buncis Kenya hingga memasarkannya.

“Sudah sekitar 6 bulan kami bermitra dengan macakal yang ada di Lembang. Kami mengembangkan baby buncis Kenya, dan pemasarannya dibantu ketua macakal,” kata Deni, Kamis (23/9/2021).

Dalam sehari, kata Deni, produksi baby buncis Kenya mencapai 200 kilogram. Namun, diakuinya, jumlah tersebut belum dapat memenuhi kebutuhan pasar.

“Untuk pola tanam sekitar 33 hektare yang kami garap, setiap minggu kami tanam sekitar 3 kilogram baby buncis,” ucapnya.

Dikatakan, hasil panen buncis dijual ke pasar modern, pasar tradisional hingga perorangan. Baby buncis Kenya bias dipanen dalam waktu 40 hari. Kelebihan komoditas buncis Kenya lebih manis dari pada jenis lainya.

“Untuk pemasaran sudah diekspor ke Singapura, kemarin juga ada permintaan ke Jedah (Arab Saudi), terkendala Covid,” ujarnya.

Saat ini, Kata Deni sudah ada 40 anggota Poktan Dangiang Tani Abadi, setengahnya merupakan kaum milenial, dan sudah ada 100 kelompok lebih yang bermitra dengan kelompok tersebut.

“Karena di dunia pertanian kita punya harapan, bisa dibuat perusahaan, sangat menjanjikan bagi generasi muda,” ucapnya.

Di momen Hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal 23 September, dirinya berharap para petani di Indonesia menjadi petani makmur, dan lebih banyak lagi petani dari kaum milenial.

“Untuk generasi muda ayo masuk dunia pertanian, karena dunia pertanian sangat menjanjikan,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here