JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Mengingat kasus Covid-19 di Kabupaten Sumedang terus meningkat, vendor penyelenggara pernikahan di Sumedang diminta tidak melanggar protokol kesehatan saat menyelenggarakan resepsi pernikahan. Satu vendor yang melanggar protokol kesehatan akan berdampak pada vendor lainnya.

Ketua Aliansi Penyelenggara Pernikahan Sumedang (APPS), Wok Bachman mengatakan, vendor yang melanggar protokol kesehatan saat resepsi pernikahan akan diberi tindakan tegas, hingga pencabutan surat rekomendasi penyelenggara pernikahan.

“Satu vendor yang melanggar protokol kesehatan akan merugikan vendor-vendor lainnya. Artinya kami harus bersama sama melaksanakan protokol kesehatan bersama pada resepsi pernikahan,” kata Wok saat kegiatan sertifikasi vendor pelaksana pernikahan di Kabupaten Sumedang, penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19, di Gedung Nusantara, Rabu (17/2/2021).

Menurutnya, saat ini Pemerintah Kabupaten Sumedang semakin mempertegas peraturan untuk penyelenggaran pernikahan di masa pandemi Covid-19. Maka jika ada vendor yang ‘nakal’, dikhawatirkan akan berdampak berimbas pada vendor lainnya.

“Kami ada beberapa tahapan ketika ada vendor yang melanggar protokol kesehatan, pertama akan diberikan peringatan dari aliansi. Kemudian kemungkinan akan dicabut rekomendasi sebagai penyelenggara pernikahan di Sumedang,” ucapnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, sertifikasi dilakukan agar para vendor pelaksana pernikahan lebih peduli lagi dengan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini. Ia mengakui, saat ini peraturan pemerintah terkait penyelengaraan resepsi pernikahan semakin ketat, sementara edukasi kepada vendor pernikahan itu sendiri sangat kurang.

“Jadi kami adakan sertifikasi ini sebagai salah satu syarat vendor untuk mengadakan pernikahan di Sumedang,” ungkapnya.

Dikatakan, ada lebih dari 500 vendor dari seluruh wilayah Kabupaten Sumedang yang dibekali sertifikat tersebut. Tak hanya itu, lanjut dia, sebelumnya APPS juga mengadakan pertemuan dengan pihak lainnya, membahas terkait pelaksanaan pernikahan di masa pandemi.

“Kami juga sudah ada pertemuan dengan beberapa pihak terkait, Satpol PP, forum kecamatan, forum penghulu, pihak Polres, Kodim, dan Apdesi,” tuturnya.

Oleh karena itu, Ia berharap semua vendor pernikahan di Sumedang bisa bekerjasama dengan mematuhi peraturan pemerintah, sehingga penyelenggaraan pernikahan di Sumedang bisa terus diadakan meski di masa pandemi Covid-19.
“Jika penyelenggaran resepsi pernikahan berjalan lancar, maka kepercayaan masyarakat untuk menggelar resepsi juga akan semakin meningkat,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here