JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Bencana longsor yang menerjang Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat masih meninggalkan trauma mendalam. Pasalnya, pasca kejadian longsor yang menewaskan sebanyak 40 orang itu membuat anak-anak trauma, bahkan ada beberapa anak yang sempat murung dan tidak ceria akibat kejadian longsor tersebut.

Anggota Polwan Polres Sumedang, Iptu Memey Andriani mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus memberikan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak longsor, terutama yang berada di posko pengungsian SBG.

“Kami melakukan giat pendampingan trauma healing itu di setiap posko. Disini ada 6 posko jadi anggota kami dibagi-bagi ke posko yang ada anak kecil,” kata Iptu Memey, Sabtu (23/1/2021).

Iptu Memey menuturkan, Dalam memulihkan rasa trauma bagi anak-anak itu, Polwan Polres Sumedang setiap pagi mengajak bermain sambil memberikan makanan supaya mereka bisa kembali ceria seperti biasanya.

“Kalau awal-awal banyak anak-anak yang murung, jadi tatapannya kosong, banyak melamun,” tuturnya.

Namun setelah diberikan pendampingan, kata Memey, kondisi mereka sudah kembali ceria dan terlihat bahagia. Upaya pendampingan tersebut bakal terus dilakukan hingga rasa trauma anak-anak yang berada di posko pengungsian bisa kembali pulih.

“Kami akan terus melakukan pendampingan terhadap anak-anak, supaya trauma mereka bisa kembali pulih dan seperti biasanya,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here