JURNALSUMA.COM.,MAJALENGKA – Akibat diguyur hujan tebing setinggi sepuluh meter longsor dan menutup akses jalan menuju kawasan Objek Wisata Panyaweuyan, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Majalengka, Agus Permana mengatakan, peristiwa longsor ini sudah sering terjadi di wilayah tersebut, karena kondisi geografis perbukitan dengan banyaknya tebing serta material tanah yang mudah longsor.

“Longsor memang sering terjadi di wilayah ini, apalagi ditambah dengan kondisi cuaca ekstrim seperti ini,” kata Agus, Selasa (29/12/2020).

Lebih lanjut Agus menyampaikan, titik longsor yang berada di wilayah Desa Tejamulya tersebut merupakan peristiwa yang ketiga kalinya, dan ini merupakan longsor yang terparah dari peristiwa sebelumnya.

“Iya longsor ini terjadi sudah ke tiga kalinya, dan ini longsor yang terparah dari sebelumnya,” ucapnya.

Petugas yang melakukan upaya pembersihan material longsor, kata Agus, mengalami kesulitan karena tidak bisa menggunakan alat berat dan kondisi medan yang cukup sulit untuk dilalui.

“Jalur menuju tempat wisata Panyaweuyan tertutup dari arah Cibuntu dan tidak dapat dilalui akibat longsor tersebut, sementara itu akses alternatif menuju lokasi wisata harus di tempuh sejauh dua puluh kilo meter,” karanya.

Lanjut Agus, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta pemerintah setempat, akan melakukan pembersihan material longsor yang menutupi jalan tersebut agar secepatnya bisa di lalui.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here