JURNALSUMA.COM.,MAJALENGKA – Yang seharusnya Covid-19 di basmi Warga Block Manis RT01 RW O1, Desa Salagedang, Kecamatan Sukahaji malah memproduksi dan menyebarkan Covid-19.

Ternyata Covid-19 tidak hanya menyebabkan kekhawatiran terhadap seluruh warga di dunia, ternyata virus Corona (Covid-19) bisa memunculkan ide creatifitas, Justru ditangan orang-orang kreatif  menjadi sebuah Inspirasi seperti terciptanya Kripik Covid-19 (Cassava old Variant Indonesia Domestic).

Menurut pembuat kripik yang diberinama Covid-19, Alfi Samsul Arif, semenjak dirinya terkena PHK di bulan Maret dari dampak Wabah virus Corona melanda dunia, mulai terinspirasi membuat kripik singkong yang awalnya tidak di kasih nama namun ketika Wabah virus Corona terus menerus melanda dunia kami jadi terinspirasi mengambil nama kripik Covid-19 dengan harga Rp 2000 per/bungkus.

“Puncaknya pada bulan Agustus 2020 mulai memproduksi kripik dengan dua rasa New Normal dan Covid-19 lebih banyak. Untuk perhari saja saat ini 700 bungkus Kripik dengan rasa yang berbeda,” kata Alfi saat ditemui jurnalsuma.com di tempat produksinya, Rabu (2/12/2020).

Alfi menuturkan, kripik-kripik yang ia produksi di distribusikan di wilayah Majalengka dan sekitarnya. Wabah virus Corona yang melanda dunia tidak membuat, Alfi berhenti meproduksi kripik singkong tersebut.

“Untuk pemasaran sendiri kami menyalurkan melalui riseler dan media sosial seperti Fb, Watshapp dan melalui aplikasi Shopie. Kami membuat dua rasa yang berbeda, makanan dengan tema unik ini selalu habis tiap harinya,” ucapnya.

Namun di masa pandemi Covid-19, kata Alfi, untuk pemasaran bahan buatannya ke luar kota merasa kesulitan dengan banyaknya pasar tradisional yang di lockdown, begitupula dengan kota yang memberlakukan PSBB.

“Kami untuk memasarkan keluar kota susah, dengan banyaknya pasar tradisional yang di lockdown, kami berharap semoga saja pemerintah bisa membantu dan memberi solusi buat pengsuaha kecil seperti saya,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here