JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Seorang warga yang  bernama, Tarip (55) Dusun Sukamulya, RT 10 Rw 03, Desa Paseh Kidul, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tewas di dalam sumur. Setelah dirinya berusaha untuk membantu anaknya, Acep Hidayat (30) yang sedang melakukan penggalian sumur di rumahnya.

Pantauan di lapangan, jurnalsuma.com, Acep Hidayat seorang anaknya berusaha untuk meneruskan penggalian sumur, yang sudah berjalan tiga hari, namun setelah sampai di dalam, Acep mengalami masalah dan merasa lemas. Sang ayah yang merasa khawatir langsung turun ke dalam sumur untuk membantu anaknya. Ironisnya, seorang ayah, Tarip, yang telah berhasil menyelamatkan anaknya malah tidak kuat, sehingga tewas di dalam sumur.

Salah seorang saksi mata yang juga kerabat korban, Yanto (50) mengatakan, awalnya Tarip berniat untuk menyelamatkan anaknya yang terlihat lemas saat sedang menggali sumur. Melihat anaknya pingsan, Tarip langsung turun ke dasar sumur dengan niat membantu anaknya. Namun tak lama di dalam sumur, justru Tarip yang langsung tak sadarkan diri.

“Kejadiannya tadi pagi jam 8 turun, begitu sampai dasar langsung pingsan. Bapaknya khawatir, mau menolong, mungkin karena fisiknya lemah ternyata malah bapaknya yang parah,” kata Yanto, Senin (21/11/2020).

Melihat kejadian itu, kata Yanto, warga berupaya menolong keduanya dengan memberi udara menggunakan kipas angin. Namun hanya Acep anaknya yang berhasil diselamatkan, dan bapaknya sulit diselamtkan hingga meninggal dunia.

“Tubuh Tarip berhasil dievakuasi oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, dibantu petugas pemadam kebakaran, polisi, TNI, dan warga sekitar pukul 09.30 WIB,” ucapnya.

Sementara itu Pusdalops BPBD Kabupaten Sumedang, Lukman Hakim menuturkan, pihaknya menerima laporan ada dua orang yang pingsan di dalam sumur. Setelah itu pihaknya langsung melakukan evakuasi.

“Satu korban berhasil diselamatkan warga, namun satu korban lagi sulit dievakuasi, dengan alat yang kami punya alhamdulillah korban berhasil kami evakuasi,” kata Lukman.

Lukman mengatakan, tidak ada gas beracun di dalam sumur. Tarip diduga tewas akibat kehabisan oksigen. Sumur tersebut memiliki kedalaman sekitar 12 meter.

“Kondisi di dalam sumur sempit, kemungkinan korban meninggal karena kehabisan oksigen,” ucapnya.

Meski sempat mendapatkan tindakan dari tim medis, namun nyawa Tarip tidak dapat diselamatkan. Jasad Tarip langsung di semayamkan di rumahnya, karena keluarga menolak dilakukan autopsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here