JURNALSUMA.COM.,MAJALENGKA – Demi mendapatkan jatah si Melon, puluhan Warga rela antri berjam jam di agen penyalur gas LPG SPBU Jatipamor Kecamatan, Panyingkiran Majalengka, Jumat Malam (16/10/202).

Kelangkaan dan mahalnya Gas LPG 3 Kg dipengecer, tentu saja sangat memberatkan warga khususnya bagi warga yang tingkat ekonominya menengah kebawah, kondisi seperti ini sudah terjadi selama 2 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2018 hingga sekarang. Pemandangan ini mungkin sudah biasa di berbagai pangkalan, pasca kelangkaan gas LPG ukuran 3kg yang terjadi.

Warga harus rela mengantre dan menunggu berjam jam jika ingin mendapatkan Gas LPG Di Lokasi SPBU Jatipamor, jika tidak kebagian warga harus siap membeli dari pengecer dengan harga Rp 23 ribu sampai Rp 25 ribu/tabungnya.

Dari pantauan dilapangan pada Jumat malam, banyak warga yang mulai mengantri dari jam 19 malam hingga mendapatkan bagian pada pukul 22 malam, tak hanya antre wargapun rela berdesakan demi mendapatkan antrian lebih awal.

Seperti Ende Junaedi, seorang warga desa Jatipamor rela mengantre sampe Pukul 10 WIB malam hanya untuk mendapatkan Gas LPG 3 kg.

“Saya sudah mengantri dan menunggu dari jam 7 malam,namun baru dapat jam 10an,” ucapnya kepada Jurnalsuma.com

Menurutnya, kelangkaan gas LPG 3kg jelas sangat mengganggu aktivitas pekerjaan dapur istri saya sehari hari.

Dari keterangan petugas dipangkalan SPBU Jatipamor Dewi menyebutkan, pihaknya membuat sistem antrian untuk menghindari pembeli yang langsung masuk ke gudang penyimpanan gas LPG 3 kg, dan kita melayani pembelian langsung kepada warga yang sudah terdaftar sebagai warga disini.

“Setiap pembeli hanya di perbolehkan membeli 1 tabung, penyaluran LPG 3 kg bersubsidi akan di atur dengan baik oleh pihaknya, sebab penerima LPG 3 kg adalah warga yang ada terdaftar di data kami, jadi yang bukan warga desa Jatipamor kami tidak layani,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here