JURNALSUMA.COM.,MAJALENGKA – Ketahanan pangan menjadi isu yang ramai diperbincangkan masyarakat, di tengah pandemi Covid-19 yang melanda di hampir seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Akibat pandemi ini dikawatirkan memunculkan krisis pangan, pada ketahanan pangan.

Melihat kondisi tersebut, Kelompok Tani Wanita (KWT) Bongas Wetan Indah, Desa Bongas Wetan Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang merupakan salah satu mitra binaan PT. Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field and Care, bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai anak perusahan PT. Pertamina (Persero) sekaligus kontraktor kerja sama di bawah pengawasan SKK Migas, melakukan pengelolaan sayuran organik pada masa pandemi.

Pertamina pun berkesempatan melakukan panen kedua berupa komoditi sayuran hidroponik yang di tanam Kelompok Tani Wanita Bongas Wetan Indah, Jumat (18/9/2020).
Sebelumnya, Pertamina menggulirkan program Corporate Social Responsbility (CSR) untuk membantu memberdayakan KWT Bongas Wetan Indah.

Hasil dari pertanian kelompok tersebut yang telah berhasil diantaranya sayur yang sudah berkali-kali, dengan hasil kualitas yang cukup baik. Adapun hasil pertanian tersebut ada yang dikonsumsi untuk keluarga anggota kelompok, dan ada sebagian yang dijual ke warga sekitar dengan harga yang murah dibandingkan dengan harga sayuran di pasaran.

“Yang sudah kami hasilkan di sini antara lain cabai, terong, kangkung, waluh, bayam, dan ikan lele. Seperti cabai satu genggam dijual Rp 2.000, kangkung Rp 500 per ikat, dan terong Rp 5.000 per kilogram” kata Ketua Kelompok Tani Wanita Bongas Wetan Indah, Wiwi (46), kepada jurnalsuma.

Wiwi menuturkan, kerjasama dengan Pertamina ini memanfaatkan adanya lahan kosong milik desa. Anggota KWT Bongas Wetan Indah sendiri jumlahnya sepuluh orang. Kata Wiwi, melihat potensi tersebut pihak Pertamina menyarankan lahan kosong tersebut menjadi lahan yang tepat guna.

“Pertamina menyarankan agar lahan kosong ini dimanfaatkan dengan ditanami tanaman yang mudah dijual, dan cepat panen. Pemasaran juga sudah dilakukan lewat WA (Whatsapp). Kami di sini menggarap lahan seluas 350 meter persegi,” tuturnya.

Kemudian, dari hasil penjualan sayuran digunakan untuk membeli bibit sayuran, pupuk, dan keperluan lainnya.
Lebih jauh dikatakan, kini kelompoknya masih mendapatkan pembinaan dari pihak Pertamina. Materi yang diberikan diantaranya cara menanggulangi hama pada tanaman, dan cara agar tanaman tidak diserang hama.

“Dengan adanya bantuan CSR Pertamina yang telah mendampingi dan memotivasi kami dari awal hingga sampai saat ini telah mampu mengembangkan KWT dengan hasil yang cukup memuaskan,” ucapnya.

Sementara itu, Community Develpomen Office PT. Pertamina, Isfi Nafilah mengatakan, Desa Bongas Wetan merupakan wilayah Ring 1 Pertamina, dimana di wilayah tersebut terdapat sumur gas.

“Jadi Pertamina memprioritaskan wilayah yang masuk Ring 1 Pertamina untuk dilakukan pembinaan kepada warganya,” ucapnya.

Pembinaan kepada KWT Bongas Wetan Indah sudah berjalan selama 2 tahun. Sebelumnya, pihaknya melakukan social mapping, terkait potensi yang bisa dikembangkan di Bongas Wetan.

“Pada tahap social mapping tersebut kami temukan bahwa budidaya hortikultura sangat cocok dikembangkan di Bongas Wetan ini. Langkah selanjutnya kami inisiasi programnya, membentuk kelompoknya, memberi bantuan sarana prasarana, dan memberikan pelatihan dan pembinaan,” ucapnya.

Ia menuturkan, di masa pandemi ini pembinaan tetap dilakukan, namun dengan menerapkan protokol kesehatan.
“Kegiatan terus berlanjut, kuliah tani yang biasanya diadakan dua minggu sekali di dalam ruangan kami tiadakan, diganti dengan praktek langsung di lapangan,” katanya.

Dikatakan, bantuan yang digulirkan Pertamina bertujuan untuk meningkatkan kapasitas wawasan wanita dan pemuda tani hortikultura. Kemudian meningkatkan produktifitas lahan, meningkatkan pendapatan kelompok tani, dan mengembangkan komoditi hortikultura unggulan desa.

(Editor Naskah : Gunz)

(Editor Video : Ang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here