JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Memasuki musim kemarau sejumlah petani di Sawah Randu blok, Cikaso, Desa Mekarjaya, kabupaten Sumedang alami gagal panen. Dari pantauan di lapangan Jurnalsuma.com Rabu (09/09/2020).

Area pesawahan yang mengalami gagal panen dan kekeringan kurang lebih satu hektar, dan sebagian tanah pesawahan sudah mengalami retak retak. Kondisi tersebut membuat petani alami kerugian akibat pasokan air yang dibutuhkan saat padi mulai berkembang tidak ada karena memasuki musim kemarau dan intensitas hujan berkurang yang mengakibatkan biji padi tidak tumbuh dengan sempurna.

Menurut salah seorang petani, Koko (57), dia bersama petani lainnya selama ini mengandalkan air hujan dan air serapan dari hulu untuk mengairi area sawahnya.

“iya kita untuk mengairi sawah mengandalkan air hujan turun, dan dimusim kemarau sekarang tentunya resiko untuk para petani dan kerugian akan kita alami,” ucapnya

Sementara itu, pasokan air dari sungai melalui saluran irigasi yang menjadi sumber air utama untuk mengairi area pesawahan tersebut tidak berfungsi karena longsor.
“apalagi musim kemarau musim hujan juga air kekurangan, panen gagal karena kurang air akibat saluran utama rusak karena longsor,” Kata Koko.

Kondisi ini hampir setiap tahun di alami oleh Koko dan petani lainnya di wilayah tersebut. Gagal panen yang menyebabkan dia beserta petani lain mengalami kerugian akibat tidak adanya pasokan air dari saluran utama irigasi yang longsor sekitar 20 Tahun lalu.

Koko menambahkan, mudah mudahan kondisi ini segera berakhir dan berharap ada perhatian untuk perbaikan saluran irigasi agar bisa mengairi area pesawahan kembali.

“Mudah-mudahan saluran utama diperbaiki lagi agar air bisa nyalur sampai ke ujung, kalau ada air area pertanian subur kalau tidak ada air kan panen juga bisa rugi,” Terang Koko.

(Editor Naskah : Kagun)

(Editor Video : Ang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here