JURNALSUMA.COM.,MAJALENGKA – Kanjeng Ratu Hemas, permaisuri dari Sri Sultan Hamengkubuwono X Kesultanan Jogjakarta, bersilaturhami ke Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi Majalengka Jawa Barat, Minggu (29/08/2020) sore.

Kedatangan Kanjeng Ratu Hemas disambut iringan bacaan sholawat dari para santri. Kanjeng Ratu Hemas mengaku merasa bangga dengan sambutan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Kanjeng Ratu Hemas memuji teknik pendidikan yang diterapkan di Pondok Pesantren Al Mizan yang dinilai sangat mendidik dan membuat para santrinya menjadi bangsa yang lebih besar.

“Di Pondok Pesantren perlu adanya pendidikan masalah keragaman dan masalah kebangsaan itu sangat penting,
saya berharap dalam waktu dekat seluruh sekolah dan pesantren bisa melaksanakan belajar seperti biasanya,”ujarnya

“Untuk di Jogjakarta sendiri di Masa Pandemi covid-19 untuk sekolah sekolah belum di buka, dari 100 lebih Pondok pesantren yang ada di Jogjakarta, baru 16 pesantren yang melaksanakan kegiatan belajar ,” ujarnya.

Menurutnya, konsep pendidikan pesantren bertujuan untuk mencapai ilmu dan teknologi yang di jiwai iman dan takwa kepada Allah Swt.

“Semoga santri santri lulusan Al Mizan mampu hidup dinamis dilingkungan masyrakat, salah satunya dengan SDM Berkualitas dalam penguasaan Al-Qur’an secara mendalam dan terampil berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang baik serta mengembangkan budaya toleransi dan budaya perdamaian. Bisa dibanyangkan jika seluruh pesantren di Indonesia Menguasai IPTEK dan memiliki imtaq yang luar biasa dan wawasan luas dan sebaiknya pemerintah memfungsikan pesantren secara optimla,” ucapnya

Sementara itu, pembina Yayasan Al Mizan, KH Maman Imanulhaq, menyambut gembira kedatangan Kanjeng Ratu Hemas dan rombongannya.

Dia menceritakan Pesantren Al Mizan memiliki lebih dari 2500 Santri, dan terdapat Juga pendidikan dari Mulai SD, SMP sampai SMA.

“Pondok pesantren sesungguhnya berperan sebagai Ujung tombak dan pelopor pembangunan masyarakat desa, sebab dimana kita dan santrinya mempunyai komitmen yang sangat tinggi terhadap kemaslahatan umat yang merupakan strategis untuk membangun masyarakat pedesaan, pondok pesantren buka merupakan sekedar lembaga pendidikan akan tetapi merupakan lembaga sosial bahkan lembaga ekonomi di pedesaan, berbekal pendidikan pesantren membangun peradaban Indonesia ” papar KH Maman Imanulhaq

Dirinya melanjutkan, banyak pesantren modern yang menjadi ‘center of excellence’, Namun Al Mizan siap menyongsong masa depan ikut membangun peradaban Indonesia yang lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here