JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir ingin menunda pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah. Pasalnya, jumlah kasus positif Covid-19 di Sumedang kembali bertambah.

Seperti diketahui, di Kabupaten Sumedang saat ini terjadi penambahan 17 kasus positif Covid-19 setelah sebelumnya sempat dinyatakan nol kasus yang hanya bertahan sekitar empat hari.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, KBM tatap muka di sekolah lebih baik tidak digelar sebelum penyebaran Covid-19 benar-benar terkendali, sehingga terkait hal ini harus menunggu hasil swab test ratusan kontak erat dari semua pasien positif Covid-19 tersebut.
“Kalau melihat kondisi seperti ini, tadi saya diskusi dengan pak Wabup, kayanya lebih baik (KBM tatap muka) tidak dulu lah,” ujarnya saat ditemui jurnalsuma.com di Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Kabupaten Sumedang.

Menurutnya, hal tersebut memang perlu dilakukan karena untuk mengizinkan KBM tatap muka itu, pihaknya harus menunggu hasil swab test dari kontak erat semua pasien positif Covid-19 yang jumlah mencapai 125 orang.

“Bayangkan kalau hasil swab test belum keluar tapi KBM tetap digelar, akan banyak yang bersentuhan, sehingga akan banyak lagi (kasus positif),” katanya.

Terlebih para pelajar ini, kata Dony memang rentan terpapar Virus Corona, sehingga terkait pelaksanaan KBM tatap muka ini perlu dikaji ulang untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

(Editor Naskah : Iman)

(Editor Video : Aang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here