JURNALSUMA.COM.,MAJALENGKA – Sejak pemerintah memberlakukan Edaran New Normal para pelaku seni dan kebudayaan di Kabupaten Majalengka menggelar Festival Jaga Jarak yang di Desa Ligung Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka.
Festival Jaga Jarak dihadiri pula oleh Kadis Parbud Majalengka Lilis Yuliasih, Ketua Forum Seniman Seni Wati Oman Surahman dan Ketua (PKPM) Badra Erawan.

Kesenian yang di kemas dalam festival tersebut menampilkan kesenian yang ada di Kabupaten Majalengka, supaya bisa menanggapi dan menterjemahkan protokol Covid-19 menjadi aktraksi dan artistik kesenian, fokus eksperimen terutama pada protokol jaga jarak yang dianggap paling sulit dijalankan.

Kostum festival berbasis estetika dan protokol Covid-19 berbentuk lingkaran diameter 1 meter, yang digunakan seluruh tim festival. Seperti masker, hand sanitizer dan alat kesehatan lainnya. Dengan demikian akan mempengaruhi alur dramatik tarian, termasuk adegan-adegan yang dipentaskan para pelaku seni.

Penanggung Jawab Festival Jaga Jarak, Iyan Triyana menyebutkan, kesenian sebagai tempat persemayaman nilai-nilai hasil pencerahan dari olah cipta, rasa dan karsa manusia, sejatinya haruslah selalu hadir untuk menanggapi fenomena pandemi Covid-19.

“Dengan Tema Festival Jaga Jarak ini diharapkan masyarakat agar bisa menghayati pandemi Covid-19, dan sebagai bentuk sosialisasi. Dan apresiasi para pelaku seni di wilayah Majalengka Utara dan sekitarnya agar bisa melakukan pagelaran seni yang tak luput dari protokol kesehatan,” ujarnya.

Dengan adanya Festival Jaga Jarak diharapkan para pelaku seni yang ada di Majalengka bisa beraktifias kembali, setelah adanya Surat Edaran dari Bupati Majalengka, Kapolres dan Gugus tugas Covid-19.
“Adanya edaran ini Festival Jaga jarak sebagai bentuk ekpresi kegembiranan bagi para pelaku seni di Kabupaten Majalengka,” katanya.

(Editor Naskah : Gunz)

(Editor Video : Aang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here