JURNALSUMA.COM.,MAJALENGKA – Keluarga Etti sangat terharu, ketika mendengar kabar salah satu anggota keluarganya, Etti Rohaeti (50) akan pulang, setelah selama 19 tahun mereka tidak pernah mendapatkan penjelasan kepulangan Etti .

Etti Rohaeti adalah pekerja migran Indonesia asal Desa Cidadap Kecamatan Cingambul Block Cikareo RT 02 RW 01 Kabupaten Majalengka yang berhasil diselamatkan pemerintah Indonesia dari hukuman mati yang dijatuhkan pemerintah Arab Saudi.

Camat Cingambul, Nono Heryano menuturkan, krolologis kejadian ketika Etti diminta membeli racun tikus oleh rekan kerja satu majikan yang berasal dari Negara Banglades. Saat itu pula pembicaraan Etti direkam oleh teman rekan satu majikan tersebut. Rekaman tersebut dijadikan alat bukti Etti atas kematian majikannya.

Bukan perkara gampang bagi Etti untuk bisa lolos dari hukuman mati ,setelah membayar tebusan ke Pemerintah Arab Saudi sebanyak 4 juta real atau setara Rp 14,5 miliar.

Uang Tersebut terkumpul dari beragam unsur masyarakat, termasuk kalangan pengusaha , birokrat, politisi, akaemisi, masyarakat Jawa Barat dan komunitas Filantropi yang dikumpulkan selama 7 bulan.

“Jadi kurang lebih sudah 19 tahun Etti ini mendekam di penjara dan berhasil bebas setelah Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyad bernegosiasi untuk membebaskan Etti dengan nominal uang Rp 14,5 miliar,” tuturnya.

Didin Rosidin, anak tunggal Etti Rohaeti tak henti-hentinya sujud syukur, ketika mendengar kabar ibunda tercinta akan pulang. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada pihak pemerintah yang telah membebaskan mama.

“Mendapat Informasi kepulangan ibu dari tahun kemarin, dengan adanya wabah virus korona dan pengurusan berkas-berkas, proses kepulangan mama jadi terhamabat selama 1 tahun. Keluarga sangat terharu karena sudah 20 tahun tidak bertemu sama ibu, kami sudah sangat rindu,” ujarnya.

(Editor Naskah : Gunz)

(Editor Video : Aang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here