JURNALSUMA.COM.,MAJALENGKA – Hari kedua pasca ditutupnya destinasi wisata di Majalengka, Minggu (28/6/2020), objek wisata Bukit Panyaweuyan dan Bukit Mercury Kecamatan di Argapura mulai dipadati pengunjung. Pengunjung tidak hanya dari wilayah Majalengka, tapi juga datang dari luar daerah.

Wisata Bukit Panyaweuyan terkenal dengan keindahan hamparan alam dan cuaca yang masih asri. Pantauan jurnalsuma.com, objek wisata tersebut mulai dipadati pengunjung sejak pukul 09.00 WIB. Bahkan karena banyak pengunjung yang berdatangan, beberapa titik jalur menuju Bukit Panyaweuyan mengalami kemacetan parah.

Kapolsek Agrapura, Iptu Sarjiyo mengatakan, kemacetan terjadi mulai jam 09.00. Kata kapolsek, kemacetan terjadi karena banyaknya lonjakan pengunjung yang akan maupun sudah mengunjungi wisata Bukit Panyaweuyan.

Selain itu, untuk menuju Bukit Panyaweuyan diberlakukan pembatasan pengunjung dengan kapasitas maksimal 500 orang. Pengelola tempat wisata juga menerapkan protokol kesehatan. Pengujung yang akan datang ke Bukit Panyaweuyan dilakukan pengecekan masker dan cek suhu.

“Untuk obyek wisata di Kecamatan Argapura ada 6 wisata tempat, wisata Bukit Panyaweuyan dan Bukit Mercury menjadi salah satu wisata favorit di Argapura,” ujarnya, kepada jurnalsuma.com.

Kapolsek menyebutkan, jumlah pengunjung tersebut jauh meningkat di bandingkan hari pertama dan hari hari biasa.
“Jumlah pengunjung berkisar 2.500 sampai 3.000 oranv. Jika di bandingkan hari kemarin (Sabtu, 27/6/2020) jumlah pengunjung hari ini sudah sangat meningkat sekali,” tuturnya.

Lebih jauh dikatakan, untuk antisipasi terjadinya penumpukan kendaraan dan hal-hal yang tidak di inginkan, Polsek Argapura sudah menyidakan pos keamana dan penyekatan di berbagai titik masuk obyek lokasi wisata.
Pengamanan diperketat sebatas untuk antisipasi penyebaran virus korona, antisipasi kemacetan, kecelakan lalulintas, maupun aksi kriminalitas kepada wisatawan.

Selain itu, aktivitas menuju Bukit Panyaweuyan diberlakukan satu arah demi mengurai kemacetan. Selain rekayasa jalur, diberlakukan buka tutup jalur di beberapa titik.
“Jadi untuk kendaran yang akan turun harus melaui jalur Argalinga dan Cibunut, untuk menuju bukit Panyaweuyan menggunakan akses Desa Sukasari Kaler,” katanya.

Salah seorang pengunjung Bukit Panyaweuyan asal Cirebon, Pimpim mengatakan, dirinya merasa kesulitan menuju Bukit Panyaweuyan karena jalan yang terlalu curam dan sempit. Selain itu, dalam perjalanan Ia juga menemukan dua titik kemacetan.

Ia berharap Pemkab Majalengka dan pihak pengelola wisata lebih memperhatikan akses jalan menuju obyek wisata.

“Semoga untuk kedepanya pihak pengelola wisata Bukit Panyaweuyan melakukan penataan lagi, dari akses jalan obyek wisata, baik dari segi askes jalan maupun fasilitas umum lainnya, seperti disediakannya mushola dan kamar kecil yang memadai,” ujarnya.

(Editor Naskah : Gunz)

(Editor Video : Ubay/Aang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here