JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Abaikan protokol kesehatan, menjelang hari raya idulfitri, ratusan warga memenuhi Pasar Tradisional Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (22/5/2020). Pasar tersebut dipenuhi pembeli hingga berdesak-desakan yang akan belanja baju lebaran.

Menurut Emma salah seorang pembeli mengatakan, dirinya terpaksa belanja demi menuruti keinginan anaknya. Meski dihantui rasa takut, dirinya tetap berbelanja dan memilih toko yang lebih kosong.

“Iya, mau gimana lagi saya demi munuruti keinginan anak. Saya juga sebenarnya takut, tapi tetap harus berhati-hati dan memilih toko yang kosong,” kata Emma kepada jurnalsuma.com.

Sementara itu menurut salah seorang penjual pakaian, Cencen mengatakan, toko-toko di pasar ini buka sejak pukul 06.00 hingga pukul 12.00, sesuai dengan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) di Kabupaten Sumedang.

“Penjual pakaian di pasar ini buka dari pagi sampai siang saat PSBB berlangsung di Sumedang,” ucapnya.

Kata Cencen, saat pemberlakuan PSBB di Sumedang pendapatan mereka berkurang 50% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menurutnya lantaran durasi buka yang dibatasi.

“Iya, saat diberlakukannya PSBB pendapatan saya berkurang, karena durasi buka toko yang dibatasi,” kata Cencen.

Meski tengah dilaksanakan PSBB, warga dan penjual berharap pemerintah membuka waktu dagang lebih lama, agar pembeli tidak menumpuk pada waktu yang sama hingga mengabaikan kesehatan.

(Editor Naskah : Gunz)

(Editor Video : Aang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here