JURNALSUMA – Seorang nenek berusia 74 tahun di Dusun Pamarisen RT 03 RW 01 Desa Mekarjaya Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang Jawa Barat, hidup sebatang kara. Ma Ajah, yang sudah tidak bisa melihat ini ditinggal sendiri oleh ketiga orang anaknya.

Menurut Umar (36), salah seorang tetangga, Ma Ajah sudah sejak satu setengah tahun hidup sebatang kara.
“Anaknya ada tiga, ada yang di Bandung, di (Kecamatan) Surian, dan di Jawa. Tapi sudah tidak pernah pulang lagi ke sini,” kata Umar, Jumat (17/4/2020).

Melihat kondisi Ma Ajah, warga pun merasa prihatin. Para tetangga dan kerabat memutuskan untuk menjaga Ma Ajah.
“Kalau makan dari tetangga, atau kerabat yang ada di sini. Gantian memberi makanan ke Ma Ajah,” katanya.

Kata Umar, selama ini belum ada perhatian dari pihak pemerintah kepada Ma Ajah.
“Dari pemerintah belum pernah (ada bantuan). Dari desa suka didata (sebagai penerima bantuan), tapi realisasinya kan suka lama,” tuturnya.

Sejak diterlantarkan anak-anaknya, kini Ma Ajah dirawat oleh Wati (70), salah seorang kerabatnya.
Rumah Ajah sendiri kondisinya cukup memprihatinkan. Rumah semi permanen tersebut banyak berlubang di sana sini.
“Kadang kalau ingin tidur di rumah saya, ya saya bawa ke rumah saya,” ucapnya.

Warga berharap ada perhatian dari pemerintah darah kepada Ma Ajah. Mengingat kondisi Ma Ajah yang sudah tua renta, dan harus tinggal sebatang kara dan sakit-sakitan.

(Editor : Gunz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here