JURNALSUMA – Sejak dibentuk pada 2017, kelompok budiaya ikan koi, Tunas Muda Jaya Koi, yang berada di Desa Ciuyah Kecamatan Cisarua Kabupaten Sumedang Jawa Barat, kini semakin berkembang.
Ketua Kelompok Tunas Muda Jaya Koi, Rohimat (36) mengatakan, awal merintis budidaya koi Ia hanya berdua dengan warga lainnya. Kini anggota kelompok berjumlah lima belas orang.

Rohimat menuturkan, saat awal merintis, Kelompok Tunas Muda Jaya Koi, mengeluarkan modal Rp 2 juta. Modal tersebut diantaranya untuk membeli indukan ikan, dan membuat kolam. Kini, omset sekali panen ikan koi berkisar Rp.10 juta sampai Rp.15 juta.

“Dulu warga diajak belajar budidaya juga susah. Sekarang malah banyak yang minta diajarin. Waktu panen pertama saja omset saya Rp 5 juta,” ujarnya.

Dikatakan, budidaya ikan koi jauh lebih menguntungkan daripada ikan konsumsi. Selain itu, pemeliharaannya juga lebih mudah.

Kini, pemasaran ikan koi kelompok tersebut sudah meliputi sejumlah wilayah di Jawa Barat.
“Untuk pengiriman jarak jauh (luar pulau) kita belum melayani, karena harus ke Kertajati dulu,” ujarnya.

Rohimat menuturkan, selain menerima pembelian secara paket atau borongan, pihaknya juga menjual ikan secara satuan. Bahkan, kata dia, seekor anak ikan koi pernah terjual seharga Rp.1,2 juta.

Adapun ikan koi yang dibudidayakan oleh Kelompok Tunas Muda Jaya Koi yakni jenis gosanke, showa, kohaku, dan asagi. Jenis tersebut, menurutnya paling cocok dengan kondisi air di wilayah Ciuyah.

Pjs. Kepala Desa Ciuyah, Heri Adam menuturkan, Kelompok Tunas Muda Jaya Koi bekerjasama dengan BUMDes Lurgeta Desa Ciuyah untuk pemasaran hasil panen ikan koi.

“Meski baru ada 1 kelompok yang sekarang anggotanya lima belas orang, namun sangat dirasakan imbasnya, terutama pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya,” ujarnya.

Heri menyebutkan, meski mayoritas penduduk Ciuyah bermata pencaharian sebagai petani, dan bekerja di kota-kota besar seperti Jakarta, dan Tangerang. Namun, pihaknya berharap budidaya koi di Ciuyah bisa terus dikembangkan.

“Kami berharap budidaya koi bisa lebih dikembangkan lagi di tiap daerah di Ciuyah. Meskipun kendala kita saat ini adalah ketersediaan air yang belum mencukupi,” kata Heri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here