Sumedang, jurnalsuma. Pawai obor, menjadi tradisi tahunan warga Desa Nyalindung, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang jawa barat, dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Di desa Nyalindung, setiap tahunnya ratusan warga berbondong-bondong menyalakan obor dan mengelilingi desa.

Meski sempat terkendala oleh cuaca hujan, namun warga tetap antusias menyemarakkan pawai obor di Desa nyalindung. Dengan berbaris dipimpin Kepala Desa, babinsa TNI, dan Bhabinkamtibmas Polri, selepas Isya warga pun mulai berkeliling desa sejauh 2 kilometer dengan tujuan akhir Mata Air Cikandung.

“Kami pemerintah desa bersama warga berjalan dengan membawa obor, yang tentu saja obor tersebut adalah simbol semangat, yakni semangat dalam menyambut bulan suci Ramadhan.” Ujar Budi Yanto, Kades Nyalindung, saat memimpin masyarakat melakukan pawai obor sabtu malam (04/05/19).

Tak hanya pawai obor, Desa Nyalindung juga memiliki tradisi lain dalam menyambut bulan suci ramadhan. Setibanya di titik akhir pawai obor yakni di Mata Air Cikandung, Warga dipimpin tokoh agama setempat melaksanakan doa bersama serta melakukan ritual mandi dengan menggunakan mata air Cikandung.

“ritual mandi di mata air cikandung dilakukan untuk mensucikan diri menghadapi ramadhan agar kembali kepada fitrah, serta ada pula warga yang berkostum pocong turut serta dimandikan sebagai simbolis membuang hawa-hawa negatif dari setan menjelang bulan csuci ramadhan.” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here